Bisnis Jualan yang Laku Setiap Hari

12 min read

jualan yang laku setiap hari

Bisnis Jualan yang Laku Setiap Hari – Tidak cocok dengan rutinitas kerja kantoran? Atau sedang mencari tambahan pendapatan? Banyak orang mencoba peruntungan di dunia bisnis, terutama bisnis online. Apalagi sekarang teknologi sudah membuat kita nyaman untuk berbisnis online. Tanpa perlu biaya yang terlalu banyak, kamu bisa langsung buka toko, seperti buka toko di Tokopedia. Kamu hanya perlu pintar-pintar mencari produk apa yang kira-kira bisa selalu dibeli orang banyak.

Pastinya semua ingin menjalani bisnis yang laku setiap hari. Di era digital ini, peluang bisnis sangat terbuka lebar bagi siapapun yang bisa mema’nfaatkan kesempatan. Bisnis jaman sekarang tidak harus punya toko fisik, kamu bisa jualan online dan memantau semuanya dari rumah.

Hanya saja, karena kemudahan membuka toko online, semua orang sudah familiar dengan peluang bisnis online ini. Artinya kamu harus berusaha ekstra agar bisnis kamu bisa laku setiap hari karena persaingan yang sangat ketat. Nah kamu harus menyusun idemu sampai matang, kamu tetap harus mempersiapkan modal untuk memulai bisnismu tersebut. Buat kamu yang baru ingin memulai bisnis, mungkin kamu bisa mulai dari 5 peluang bisnis yang berpotensi tinggi laku setiap hari di bawah ini.

Bisnis Jualan yang Laku Setiap Hari

Bisnis dropship

Bisnis dropship

Sebagian orang pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah dropship. Bagi kamu yang belum tahu, bisnis dropship adalah meminta supplier barang mengirimkan produk yang kamu promosikan ke pembelimu, tapi pengirim atas nama kamu. Orang yang menjembatani antara supplier dan pembeli ini dinamakan dropshipper. Tugas utama dropshipper adalah memasarkan produk dengan ulet sehingga bisa menarik pembeli sebanyak-banyaknya.

Bisa dibilang, bisnis dropship ini bisa dilakukan semua kalangan karena tidak butuh modal yang besar. Keuntungan lainnya adalah kamu bisa menjual banyak pilihan produk sehingga bisa menarik pembeli yang lebih luas lagi. Namun, kamu harus berhati-hati dalam mencari supplier agar keaslian dan kualitas produk yang kamu jual terpercaya.

Kekurangannya, kamu harus menjual produk tersebut dengan harga yang lebih tinggi dari penjual langsungnya. Kamu juga harus jago mengatur alur komunikasi dengan supplier dan pembeli.

6 Langkah Memulai Bisnis Dropship

Ilustrasi dropship (foto: Shutterstock)

Di era serba canggih sekarang ini, internet bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal termasuk juga untuk memulai bisnis. Bisnis gampang, tidak perlu modal banyak dan kamu tidak perlu repot mengelola barang. Yap! Bisnis dropship jawabannya.

Dropship merupakan sistem bisnis menjual barang dari supplier tanpa harus memiliki stok barang. Dropship bisa jadi langkah awalmu mencoba menjadi entrepreneur.

Tertarik? Jika iya, siapkan notesmu, tulis dan jalankan enam langkah di bawah ini.

1. Pilih produk

Langkah pertama adalah memilih produk. Mencari produk untuk jual dan pasarkan. Sebagai tips, pilih produk yang kamu suka dan banyak orang cari. Cara ini akan membantumu memahami target pasar. Usahakan juga mencari produk yang dipakai orang setiap hari.

Menjual banyak produk mungkin akan memberikan peluang keuntungan lebih besar, namun spesialisasi produk akan lebih baik. Menjual rangkaian produk yang terlalu bermacam-macam dapat menganggu fokus dan lebih sulit dipasarkan.

Apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika memilih produk?

  • Menguntungkan. Dalam menjalankan model bisnis dropship, peranmu adalah sebagai marketer. Pilih produk yang memberikan peluang keuntungan yang besar.
  • Menarik. Pilih produk yang menarik dan berkualitas tinggi.
  • Sering dicari. Manfaatkan Google’s Keyword Planner dan Google Trends untuk mencari kata kunci yang sering dicari.
  • Jual sesuatu yang tidak ada di sini. Pilih produk yang tidak mudah ditemukan oleh pelangganmu di wilayah tertentu.
2. Meriset kompetitor

Ingat! Kamu tidak hanya bersaing dengan sesama dropshipper saja tetapi juga dengan raksasa-raksasa retail lainnya seperti Bukalapak, Tokopedia dan Shopee.

Ilustrasi menganalisis kompetitor (foto: Shutterstock)

Tapi jangan takut untuk bersaing. Persaingan bukan hal yang harus dihindari, sebaliknya adanya kompetitor bisa manjadi tanda bahwa peminat produk tersebut sangat tinggi dan model bisnisnya langgeng.

3. Memilih Supplier yang Tepat

Supplier jadi faktor penting dalam bisnis ini. Salah memilih supplier bisa mengacaukan seluruh tatanan bisnis yang sedang dirintis. Kualitas produk, respon yang cepat dan ketepatan waktu pengiriman harus diperhatikan dengan baik.

Karena jika produk tidak sesuai dengan harapan si pembeli, pihak dropshipper-lah yang akan mendapatkan keluhan, komentar negatif dan rating rendah dari pembeli.

Ini mengapa kamu harus cerdik dalam memilih supplier yang dapat diandalkan. Satu hal lagi yang perlu dilihat adalah kemampuan produksi supplier, jika ingin bisnismu berkembang kamu juga mengetahui kemampuan produksi supplier untuk tumbuh bersama.

Dimana menemukan supplier? Kamu bisa coba cari di e-commerce yang ada seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, atau bahkan bisa juga melalui Kaskus atau media sosial.

4. Bangun Toko Online

Cara mudah untuk memasarkan produkmu adalah dengan memanfaatkan platform-platform marketplace yang ada seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan yang lainnya.

Ilustrasi toko online (foto: Shutterstock)

Selain itu media sosial seperi Instagram, Facebook, Twitter dan lainnya bisa juga kamu gunakan untuk menjangkau audiens lebih luas.

Atau jika kamu memiliki anggaran, kamu bisa menyewa web designer untuk membuat laman khusus untuk produkmu.

5. Menarik pelanggan

Memiliki produk menarik dan toko online tidak ada artinya jika tidak ada pelanggan. Bisa-bisa bisnis gulung tikar sebelum menikmati keuntungan.

Untuk menarik pelanggan ada beberapa cara yang bisa kamu coba, seperti memberikan diskon, promo atau memanfaatkan iklan di sosial media. Salah satu opsi paling efektif adalah promosi melalui Facebook. Kenapa Facebook? Karena Facebook memberi kemungkinan untuk mengirimkan iklan pada audiens yang tertarget.

Untuk lebih optimal gunakan SEO dan email marketing. Cara ini efektif untuk membangun basis pelanggan tanpa harus menambah anggaran marketing.

6. Analisa dan Optimalisasi

Sudah melakukan lima langkah di atas, kini saatnya kamu mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan. Analisa seluruh data dan grafik yang ada. Lihat Google Analytics dan Facebook conversion pixel data, jika Facebook menjadi media sosial utama untuk promosi.

Analisa dari mana asal pelangganmu, jalur apa yang digunakan untuk mengetahui produkmu. Poin-poin ini menjadi hal penting untuk mengukur dan mengoptimalkan bisnis dropshipmu.

Reseller

reseller

Yang satu ini, hampir sama dengan dropship tapi kamu harus terlebih dahulu membeli produknya dan menyiapkan stok. Sama-sama belum menjual produk sendiri, tapi bedanya reseller harus mengeluarkan modal di awal untuk menyimpan stok barang jualannya. Kelebihan menjadi reseller dibanding dropshipper adalah kamu bisa mengontrol sendiri alur penjualanmu. Karena barang siap dikirimkan kapan saja, kamu terhindar dari kehabisan stok dari supplier.

Barang yang sangat mudah terjual oleh reseller biasanya adalah produk elektronik, kecantikan, kesehatan dan fashion.

Jadilah Reseller Online yang Sukses dengan 6 Hal Berikut

Keterbatasan modal bukan lagi hambatan saat ingin menjalankan bisnis. Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk memperoleh modal, yaitu dengan mencari sponsor, berbisnis patungan, ataupun pinjam uang ke bank.

Namun, hidup jadi kurang tenang karena selalu dibayang-bayangi pembayaran cicilan.

Untuk menghemat modal, kamu bisa menjalankan bisnis online. Keuntungan dari bisnis ini lumayan besar, apalagi jika kamu berhasil menjadi reseller online.

Namun, sebelum benar-benar terjun sebagai reseller online, alangkah baiknya mencermati hal-hal berikut ini.

1. Tentukan Produk yang Akan Dijual

Sebelum memulai bisnis dengan menjadi reseller online, cobalah cari tahu produk seperti apa yang ingin kamu jual. Entah itu pakaian, make up, automotif, atau aksesoris. Jangan lupa untuk menentukan siapa yang menjadi target pasar agar proses penjualan produk jelas. Usahakan produk yang dijual sesuai dengan permintaan pasar.

Agar proses pemasaran produk lebih mudah, kamu perlu tahu mengenai seluk beluk dari produk yang dijual. Ketika suatu saat konsumen menanyakan detail dari produk yang dijual, kamu dapat menjelaskannya dengan baik dan lengkap.

2. Tetapkan Harga yang Terjangkau

Selanjutnya adalah menentukan harga jual per produk. Penetapan harga jual harus sesuai dengan keadaan ekonomi masyarakat Indonesia. Jualah produk dengan harga yang terjangkau. Hindari menjual dengan harga yang terlalu mahal.

Memang harga jual yang rendah tidak memberikan keuntungan yang optimal. Namun, cara ini leih baik untuk mempercepat laju perputaran barang dan pendapatan. Dengan begitu, bisnis kamu terus berjalan.

3. Kenali Kompetitor

Posisi kompetitor tentu dapat membahayakan posisi kamu sebagai reseller online. Tidak dapat dimungkiri, semakin banyak reseller, semakin ketat pula persaingan. Akibatnya, proses perputaran barang semakin lambat.

Apalagi jika pesaing memonopoli harga barang. Di mana harga yang ditetapkan pesaing jauh lebih murah dibandingkan harga yang kamu tetapkan.

Lain halnya jika sudah memiliki pelanggan tetap. Proses perputaran barang tidak terkena dampak yang siginifikan. Selain persaingan harga, kamu dan kompetitor juga akan bersaing di sektor kualitas produk. Juga dalam hal pelayanan bisnis online.

4. Gunakan Teknik Pemasaran yang Sesuai

Tips selanjutnya ialah menetapkan teknik atau strategi pemasaran yang tepat. Ketika kamu hanya menjual produk di satu pasar saja, kapan bisnis akan berputar? Bisa-bisa bisnis hanya bergerak di situ-situ saja atau bahkan mengalami kebangkrutan.

Adapun metode pemasaran yang tepat untuk menjajakan bisnis online ialah melalui media sosial, media cetak (majalah, koran, atau surat kabar), ataupun media elektronik (televisi dan radio). Pilih metode mana yang paling cocok untuk produk yang kamu jual.

5. Promosi di Media Sosial

Promosi di media sosial menjadi salah satu dari teknik pemasaran paling ampuh dalam bisnis online. Metode promosi biasanya dilakukan melalui akun media sosial, misalnya Facebook dan Instagram. kamu juga dapat mencoba media sosial lainnya, seperti Twitter, blog, ataupun online marketplace.

Cara promosi di media sosial juga sangat mudah, yaitu dengan membuat akun khusus untuk bisnis online, posting foto, dan testimoni. Testimoni berguna sebagai tanda bukti atas transaksi penjualan yang berfungsi untuk menambah kredibilitas kamu sebagai reseller online.

6. Berikan Promo Menarik Kepada Pembeli

Jadilah reseller online yang sedikit royal. Artinya, jangan enggan untuk memberikan promo menarik kepada para konsumen. Pengadaan promo juga tidak perlu terlalu sering. Cukup dalam event tertentu saja. Misalnya, anniversary bisnis online atau perayaan hari-hari besar di Indonesia.

Pemberian promo menarik dipercaya ampuh untuk memanggil para konsumen untuk membeli produk yang kamu jual. Uniknya, konsumen yang datang bukan hanya yang sudah pernah membeli, melainkan juga konsumen baru yang sama sekali belum membeli.

Bisnis online makanan dan minuman

Yang ketiga, harus diakui kalau bisnis online makanan dan minuman sedang menjamur di kalangan millennials. Pasalnya kamu tidak lagi harus membuka restoran untuk bisa berusaha di bidang kuliner. Banyak banget pilihan bisnis kuliner yang bisa kamu pilih sesuai keahlian dan preferensi kamu. Apalagi kenyamanan menggunakan aplikasi antar online dan media sosial yang memudahkan orang lain mengetahui brand kamu. Bisnis kuliner kekinian pun menuntutmu untuk kreatif menciptakan makanan atau minuman unik yang rasanya juga enak. Memanfaatkan trend dan hype adalah langkah yang cerdas, tapi belum tentu bisa bertahan lama.

Lagipula banyak banget kok ide bisnis kuliner kekinian yang bisa jadi pertimbanganmu. Ide bisnis makanan online rumahan yang bisa laku setiap hari contohnya makanan sehat, makanan ringan, ayam geprek, kopi kekinian, teh keju dan masih banyak lagi.

5 Langkah Memulai Usaha Kuliner untuk Pemula

Kamu berniat untuk menjalani bisnis kuliner di tahun 2019? Ada strategi khusus yang harus kamu ketahui untuk bisa bersaing di bidang ini. Salah satunya berkaitan dengan modal. Jangan khawatir jika modalmu belum cukup. Ada banyak pinjaman dana tunai tanpa jaminan yang bisa dimanfaatkan.

Bisnis kuliner dikenal sebagai bisnis yang tak pernah mati. Alasannya tentu karena satu hal ini: setiap orang pasti membutuhkan makan, tidak peduli berapapun uang yang mereka miliki. Ditambah lagi dengan modal yang sedikit, kamu bisa mengambil keuntungan hingga 100% jika menjalani bisnis kuliner.

Keuntungan menggiurkan tersebut membuat banyak orang berbondong-bondong untuk berbisnis kuliner. Mulai dari skala kecil seperti warung pinggir jalan, hingga restoran besar. Persaingan ketat tersebut lah yang menjadi tantangan bagi kamu yang mau mendalami bisnis ini.

Namun, bukan berarti pebisnis kuliner pemula tak bisa bersaing dengan yang lainnya. Selama kamu punya tekad kuat sekaligus strategi bisnis yang matang, maka tak menutup kemungkinan bisnismu bisa lebih sukses dibandingkan mereka yang sudah lama bergelut di bidang ini. Supaya bisnis kuliner berjalan dengan lancar, ikuti strategi berikut!

1. Siapkan modal usaha

Sebuah bisnis tentu tidak bisa berjalan tanpa adanya modal. Pertama-tama sebelum menyiapkan hal lainnya, ketahui dulu berapa jumlah modal yang kamu punya. Berangkat dari sana, kamu akan lebih mudah dalam menentukan jenis kuliner apa yang akan menjadi usahamu.

Misalnya kamu punya dana Rp 1 juta, maka kamu bisa berjualan menu sarapan dengan memanfaatkan teras rumah atau menerima pesanan kue. Apabila danamu lebih besar, misalnya sejumlah Rp 20 juta, cobalah untuk membeli lisensi waralaba fried chicken.

Bagaimana jika kamu sudah menentukan jenis bisnis yang akan digeluti, namun kekurangan modal? Tak jadi masalah, karena ada penyedia pinjaman dana tunai tanpa jaminan yang bisa dimanfaatkan. Tapi sebelum mengajukan pinjaman dana tunai tanpa jaminan, pastikan dulu bahwa layanan yang kamu pilih terpecaya dan terjamin aman. Pastikan bahwa penyedia pinjaman yang dipilih terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, mengenakan bunga yang wajar, dan menginformasikan bunga serta seluruh biaya tambahan secara transparan.

2. Pahami pasar yang kamu tuju

Setelah mengetahui jumlah modal yang kamu miliki, saatnya menentukan pasar yang kamu tuju. Misalnya kamu mau membangun sebuah warung makan di daerah perkantoran. Sewalah tempat yang strategis agar keberadaan warung makanmu mudah diketahui orang, dari sini kamu juga bisa menetapkan harga jual. Apabila lokasi perkantoran tersebut berada di pusat Jakarta, maka kamu bisa tetapkan harga yang lebih tinggi.

3. Ketahui keunikan bisnismu

Setiap bisnis harus memiliki faktor pembeda atau unique selling point supaya bisa bertahan dalam persaingan. Dalam usaha kuliner, kamu bisa menentukan menu andalan yang bisa menjadi keunikan. Pilih menu yang belum banyak dijual orang untuk mengurangi tingkat persaingan. Namun sebelumnya, sesuaikan juga dengan target pasar dan konsumen.

4. Pilih pemasok bahan baku tetap

Untuk kelancaran produksi, sebaiknya kamu memilih satu pemasok bahan baku yang akan terus-terusan digunakan. hal ini berguna untuk menciptakan rasa makanan yang konsisten. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan harga relatif murah, dan menjadi orang yang diutamakan oleh pemasok apabila nanti bahan baku yang dibutuhkan langka di pasaran.

5. Buat strategi pemasaran yang tepat

Terakhir, susun strategi pemasaran yang tepat. Promosi dari mulut ke mulut memang paling tepat digunakan untuk memasarkan bisnis kuliner. Namun untuk mendapatkan hasil maksimal, tak ada salahnya untuk mengandalkan teknologi dalam memasarkan bisnismu. Kamu bisa mencoba untuk memberikan harga diskon bagi mereka yang menyebarkan informasi seputar usahamu di media sosial.

Bisnis fashion online

Kalau bisnis pangan bukan untukmu, kamu bisa memenuhi kebutuhan pokok manusia yang lainnya, yakni sandang. Berbisnis di bidang fashion termasuk bisnis yang laku setiap hari dan berjangka panjang.

  • Pertama, bisnis pakaian sudah pasti tidak akan kehabisan pembeli karena semua orang pasti butuh pakaian, entah itu baju, sepatu, atau tas.
  • Kedua, banyak model yang bisa memenuhi selera masing-masing individu.
  • Ketiga, jika ingin mendapat target market yang lebih jelas, kamu bisa menargetkan market niche. Seperti pakaian muslim, pakaian anak, sepatu olahraga, tas perlengkapan bayi dan segudang kategori lainnya.

6 Cara Bisnis Agar Sukses Dalam Bidang Fashion

Banyak sekali peluang yang bisa dijadikan sebagai bisnis, baik untuk pemula maupun yang berpengalaman. Salah satu bisnis yang tidak ada matinya adalah bisnis di bidang makanan maupun fashion. Jika bisnis makanan sudah banyak dilakukan orang dan memiliki jumlah pesaing yang besar, maka kamu perlu mencoba memulai bisnis pakaian atau fashion. Lalu bagaimana cara memulai bisnis tersebut agar berjalan lancar? Simak cara sukses berbisnis fashion di bawah ini.

1. Tentukan Pelanggan

Sebelum kamu memulai bisnis fashion, cara bisnis pertama yang harus dilakukan adalah menentukan pelanggan. Penentuan pelanggan berfungsi untuk memfokuskan produk yang akan dijual. Dengan menentukan pelanggan di awal memulai bisnis, kamu dapat lebih mudah dalam proses pemasaran dan menentukan jenis produk yang ingin dipasarkan. Sebaliknya, jika kamu tidak menentukan secara pasti siapa pelanggan kamu, maka kamu akan sulit menentukan pemasaran dan produk yang ingin dipasarkan.

2. Ikuti Tren

Menjalankan bisnis fashion sedikit berbeda dengan bisnis pada umumnya. Karena banyak pelanggan akan terus mengikuti tren yang sedang berkembang saat itu. Oleh karena itu, sebagai pelaku bisnis fashion kamu perlu memperhatikan tren yang sedang berkembang. Jangan terlalu banyak menumpuk stok produk jika belum memiliki banyak pelanggan. Ikutilah tren mode yang sedang banyak dicari konsumen dan pergunakan tren sebagai indikator produk yang harus cermati.

3. Strategi Pemasaran yang Tepat

Sama halnya dengan menjalankan bisnis lain, dalam berbisnis fashion, kamu juga perlu menggunakan strategi pemasaran yang tepat. kamu bisa berpromosi dengan menggunakan online marketing maupun non-online marketing. Banyak para pengusaha fashion membuat grup pada social media yang berisi target pelanggan dan mem-posting gambar produk pada grup tersebut. Cara bisnis ini cukup efektif jika kamu sudah meminta izin terlebih dahulu dari target market yang bersangkutan. Jangan sampai target market kamu merasa diganggu karena postingan gambar produk kamu secara terus-menerus.

4. Buka Toko

Membuka toko, baik online maupun offline harus kamu miliki sebagai tempat transaksi bisnis. Jika kamu belum memiliki cukup modal untuk membuka toko yang besar, maka mulailah dari yang kecil namun menarik. Gunakan kreativitas untuk mendesain toko kamu.Toko yang menarik akan dilihat lebih banyak calon konsumen dan tentunya mendatangkan pembeli. Hal ini berlaku baik untuk toko online maupun offline kamu.

5. Bekerjasama dengan Influencer/Buzzer

Untuk memperkenalkan produk fashion yang kamu jual, kamu perlu bekerja sama dengan influencer atau buzzer dengan profesi model maupun publik figur. Cobalah minta model atau publik figur ini mengenakan produk tersebut dan mempostingnya melalui social media bisnis kamu maupun social media mereka. Hal ini tentu menjadikan promosi bisnis lebih menarik. Selain itu, jika sebuah fashion item dikenakan oleh orang yang terkenal, maka akan ada banyak orang yang menginginkannya. Dengan demikian, bisnis Anda akan berjalan dengan lancar.

6. Berikan Diskon

Semua orang pasti menyukai diskon, apalagi wanita dalam mencari kebutuhan fashion. Oleh karena itu, cobalah sesekali memberikan diskon pada pelanggan agar mereka lebih sering membeli produk kamu dan menjadikan mereka lebih loyal. Berikan diskon di hari-hari tertentu, misalnya saat hari belanja nasional, hari konsumen, potongan harga saat ulang tahun, dan sebagainya.

Jika kamu ingin sukses dalam bisnis fashion, kamu harus bisa menerapkan cara bisnis di atas. Setelah menerapkan semua cara tersebut, kesuksesan semakin dekat dan kamu bisa menjadi pengusaha yang sukses. Namun yang perlu dipahami, bahwa kesuksesan dalam usaha akan selalu berkaitan erat dengan masalah keuangan. Mustahil bagi seorang pengusaha untuk memiliki cara atau strategi apapun dalam bisnis jika tidak diimbangi oleh pengelolaan keuangan untuk mendukung strategi tersebut.

Catering sehat

Masih seputar market niche, kesadaran untuk makan sehat semakin menular di kalangan generasi muda. Tidak hanya makanan, gaya hidup sehat seakan menjadi tren 2019 dan 2020. Walaupun kebanyakan makanan sehat tidak memerlukan teknik memasak yang tinggi, namun tidak semua orang punya waktu untuk mempersiapkan bekal sekolah atau kantor. Makan sehat juga bukannya sekedar makan makanan rendah kalori, asupan nutrisi dan vitamin juga harus diperhitungkan dengan tepat agar tubuh kita tetap mendapat gizi yang cukup.

Kamu bisa hadir sebagai solusi dari permasalahan itu dengan membuka bisnis catering sehat. Kamu bisa lebih mudah menjalankan bisnis catering ini karena kesadaran masyarakat untuk bergaya hidup sehat sedang berkembang. Jadi, kamu gak perlu lagi susah payah memberi edukasi tentang konsumsi makanan sehat.

5 Tips Memulai Jasa Catering yang Sukses

Bisnis jasa catering kini makin banyak peminatnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Selain berpotensi memberikan keuntungan yang lumayan, menjalankan bisnis ini juga cocok bagi mereka yang punya hobi memasak.

Namun jika kamu hanya bermodalkan kemampuan memasak, kamu tak akan menuai kesuksesan dari menjalankan bisnis ini. Ada banyak hal lainnya yang harus kamu persiapkan agar bisnis jasa catering kamu bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan.

Untuk membantu kamu memulai bisnis catering yang sukses, kami akan merangkum hal-hal apa saja yang harus kamu persiapkan di artikel berikut ini.

1. Tentukan target market yang dilayani

Tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan sehat adalah salah satu alasan menjamurnya jasa catering. Masyarakat yang menginginkan menu untuk mendukung program dietnya, menu khusus untuk vegetarian, atau menu untuk para olahragawan. Tiga contoh tersebut hanya sedikit dari sekian banyak pilihan target market yang bisa kamu sasar.

Dengan menentukan target market, kamu akan lebih mudah dalam menyesuaikan berapa modal yang kamu butuhkan untuk memulai. Katering untuk karyawan kantor jelas membutuhkan biaya yang lebih banyak dibandingkan menyiapkan katering untuk rumahan atau anak sekolah, namun memberikan pemasukan yang lebih banyak.

Buat pemula, apalagi jika modal kamu tak terlalu besar, tak ada salahnya untuk menargetkan perumahan seperti pengajian atau arisan. Baru setelah kamu punya nama kamu melebarkan sayap dan membuka jasa catering kantoran.

2. Lakukan riset

Persiapan satu ini yang sering kali diabaikan oleh pebisnis catering pemula. Padahal hal inilah yang paling penting untuk dijalankan sebelum menjalankan usaha. Persiapan yang dimaksud di antaranya meliputi memantau persaingan yang ada, mencari supplier, dan harga yang ada di pasar.

Tak mengindahkan persaingan akan membuat kamu kesulitan mencari pelanggan. Tidak mencari supplier sebelum membuka usaha akan membuat kamu sulit memenuhi permintaan pelanggan. Asal pasang harga akan membuat kamu merugi atau malah tak mendapatkan pelanggan sama sekali.

3. Cari pengalaman

Sangatlah tak bijak untuk menjalankan bisnis tanpa punya bekal pengalaman. Memiliki usaha jasa catering tak hanya memerlukan kepiawaian memasak kamu, namun juga harus punya pengetahuan manajemen keuangan, mengatur pegawai, sampai dengan manajemen inventory.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencari pengalaman dengan bekerja di bisnis serupa. Dengan ini kamu bisa mengalami secara langsung seperti apa seluk beluknya mengurus bisnis catering dari orang lain. Pengalaman tersebut lalu kamu terapkan saat menjalankan usaha jasa catering kamu sendiri.

4. Siapkan modal dan perlengkapan

Tak ada bisnis yang bisa dibangun tanpa modal sepeser pun. Sama halnya dengan bisnis catering. Kamu butuh modal untuk sewa tempat, membeli perlengkapan memasak, gaji pegawai, hingga membeli bahan makanan.

Jika sebelumnya kamu sudah menentukan target pasar, melakukan riset, hingga mencari pengalaman, maka kamu akan lebih mudah dalam menentukan berapa besar modal yang kamu butuhkan untuk memulai bisnis kamu.

Tiga persiapan sebelumnya juga akan berguna jika kamu berencana meminjam dari institusi keuangan seperti bank. Dengan menjabarkan hal-hal di atas dan tahu pasti berapa besar proyeksi keuntungan perbulannya, bank akan lebih mudah memberikan pinjaman modal pada kamu.

5. Merekrut karyawan

Jika yang kamu layani adalah perumahan atau arisan, mungkin kamu bisa menjalankan usaha ini sendirian atau dengan bantuan keluarga. Namun tak demikian halnya jika yang kamu layani adalah perkantoran atau pesta pernikahan.

Di level ini kamu butuh orang lain untuk membantu kamu memenuhi permintaan pelanggan. Mulai dari memasak, mengemas makanan, hingga mengantar makanan tersebut sudah pasti akan sangat melelahkan jika dilakukan sendirian. Apalagi yang kamu layani adalah catering pernikahan untuk 500 orang.

Jasa catering sebenarnya cukup fleksibel untuk masalah perekrutan karyawan. Intinya, jika kamu mulai kewalahan dalam memasak, tambah orang untuk membantu kamu memasak. Jika kamu tak punya waktu untuk mengantar makanan, tambah pegawai dan armada untuk memudahkan pengantaran.

Kesimpulan

Nah, ide bisnis mana nih yang mau kamu tekuni? Pastikan kamu pilih produk yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasar, dijamin kamu bakalan menemukan bisnis jualan yang laku setiap hari!

Terus modalnya dari mana? Bagi kamu yang belum punya modal, kamu bisa mulai mengikuti ide bisnis yang laku setiap hari nomor 1 dan 2. Mulai aja dulu dengan buka toko online!

Yang terpenting adalah menulis deskripsi produk yang tepat agar pembeli bisa dengan mudah menemukan produk jualanmu. Selamat berbisnis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!